Menghubungkan Blogger ke subdomain kustom (seperti blog.nouradev.my.id) di tahun 2026 telah menjadi standar industri bagi para pengembang untuk memisahkan konten editorial dari domain utama. Namun, proses ini sering kali diiringi kendala teknis seperti Error 404 Google dan sinkronisasi SSL yang memakan waktu lama. Memahami arsitektur DNS yang tepat sangat krusial agar integritas akses blog tetap terjaga.
Artikel ini akan membedah secara mendalam tiga fase utama integrasi: mulai dari pembersihan konflik record DNS, prosedur "jabat tangan" antara Cloudflare dan Google, hingga optimasi keamanan SSL untuk menghindari redirect loop yang sering dialami oleh pemilik blog pemula.
Fase 1: Konfigurasi DNS di Cloudflare (Clean Setup)
Langkah awal yang paling menentukan adalah memastikan jalur DNS Anda bersih dari residu konfigurasi lama. Di tahun 2026, penggunaan CNAME Record lebih diunggulkan dibandingkan Record A karena fleksibilitasnya terhadap perubahan infrastruktur server Google.
Prosedur Eksekusi:
- Hapus Record A: Pastikan tidak ada Record tipe A yang mengarah ke subdomain Anda (misal: 'blog') untuk menghindari konflik rute.
- Input CNAME Utama: Buat CNAME record baru dengan Name:
blogdan Target:ghs.google.com. - Input CNAME Verifikasi: Masukkan kode unik (huruf acak) yang disediakan Blogger ke kolom Name dan arahkan ke target
gv-xxxx.dv.googlehosted.com. - Mode DNS Only: Ubah status Proxy menjadi Awan Abu-abu (DNS Only). Ini krusial agar Google dapat melakukan verifikasi kepemilikan tanpa terhalang firewall Cloudflare pada tahap awal.
Fase 2: Sinkronisasi di Dashboard Blogger
Setelah sisi DNS siap, kita harus mengklaim domain tersebut di sisi Google. Pada tahap ini, sering terjadi kepanikan saat muncul pesan error "404 That's an error". Secara teknis, ini adalah indikasi positif bahwa domain Anda sudah mengarah ke server Google, namun Google belum selesai memetakan konten blog Anda ke alamat tersebut.
Langkah-langkah:
- Buka Setelan > Domain Kustom di Blogger dan masukkan alamat subdomain lengkap Anda.
- Klik simpan. Jika berhasil, segera aktifkan Ketersediaan HTTPS.
- Penting: Tunggu hingga status HTTPS berubah dari "Tertunda" menjadi "Tersedia" sebelum mengaktifkan pengalihan otomatis.
Fase 3: Optimasi Pasca-Aktivasi (SEO & Security)
Setelah blog aktif dengan protokol HTTPS (ikon gembok muncul), langkah terakhir adalah memastikan blog Anda "terbaca" oleh mesin pencari secara optimal dan aman dari serangan bot otomatis melalui fitur Cloudflare.
Analisis Penggunaan:
- Aktivasi Proxy Oranye: Setelah 24 jam stabil, Anda dapat mengaktifkan kembali Proxy (Awan Oranye) di Cloudflare untuk menikmati fitur CDN dan perlindungan WAF.
- Google Search Console: Segera daftarkan domain baru Anda dan kirimkan
sitemap.xmluntuk mempercepat proses indeksasi artikel perdana Anda. - SSL/TLS Mode: Di Cloudflare, pastikan menggunakan mode Full (Strict) untuk mencegah Too Many Redirects.
Selalu biarkan status DNS dalam kondisi DNS Only setidaknya selama 1 jam pertama setelah HTTPS aktif. Hal ini memberikan waktu bagi sistem Certificate Authority Google untuk melakukan pembaruan rutin tanpa adanya gangguan enkripsi ganda dari pihak ketiga.
Kesimpulan
Menggunakan custom subdomain via Cloudflare adalah kombinasi terbaik untuk blog yang cepat dan aman di tahun 2026. Meskipun prosesnya terlihat rumit, kunci keberhasilannya terletak pada kesabaran saat fase propagasi SSL. Dengan setup yang bersih, blog Anda kini siap bersaing di halaman pertama hasil pencarian.
0 Komentar